kembang-api.jpg
Aku pemuda yang punya banyak kenalan. Termasuk tetanggaku yang seorang pemuda pendiam dan cuma suka berdiam diri di dalam rumah, adalah kenalanku yang paling aneh. Aku berhasil berteman dengannya ketika bertamu.
.
Kamar kami sama-sama di lantai dua dan saling berhadapan. Saat susah tidur, aku sering menyapanya dari jendela ketika tengah malam seperti sekarang, "Hai, Alpa!"
Dia membuka jendela dan balik menyapa dengan aneh, "Hai juga. Aku tidak melihat temanmu, Bunga! Biasanya..."
Langsung ku potong, "Dia selalu mengunjungiku? Lagi galau dia. Jadi hari ini tidak."
Alpa hanya diam.
.
Aku mengajak dia bicara lagi, "Aku ragu kamu ingat namaku?"
Tiba-tiba gadis yang tinggal di belakang rumah kami berteriak, "Berisik kamu, Candra! Aku mau tidur."
Aku langsung terdiam. Kesal aku dimarahin sama dia.
Alpa malah menambah kekesalanku, "Dela kayaknya hapal betul namamu."
.
Suasana hening. Kemudian Dela tersenyum, membuat kekesalanku reda, tapi aku tidak suka dengan ucapannya, "Alpa, kamu jangan berteman sama Candra. Nanti kayak Bunga, stres!"
Alpa langsung kaget dan bertanya "Ada apa dengan Bunga?"
Aku tahu Alpa mengkhawatirkan Bunga, jadi langsung ku jawab, "Dia tidak diperhatikan ayahnya, bahkan tidak dianggap anak. Adik tirinya justru diperhatikan lebih. Jadi, dia ingin membunuh ayahnya. Tapi sudah ku atasi."
Alpa langsung pergi dan tidak tampak lagi di jendela. Aku tahu dia mau melihat keadaan Bunga langsung yang tinggal di depan rumah kami. Aku segera mencegahnya. Takut Alpa marah melihat yang ku lakukan terhadap bunga.
.
Saat aku di jalan mencoba menghentikan Alpa yang menyebrang menuju rumah Bunga, tiba-tiba ada Dela yang juga ikut karena mengkhawatirkan Alpa. Aku terpaku dan terdiam memandang Dela.
.
Gara-gara aku terpesona dengan Dela, Alpa berhasil memasuki rumah Bunga dengan cara mendobrak paksa, tanpa sempat ku cegah.
.
Sekarang kami berada di dalam rumah Bunga yang tinggal sendiri. Alpa lalu menatapku tajam, "Kamu pasung Bunga?"
Aku berusaha menjelaskan, "Aku cuma pasung kakinya, mencegah dia membunuh ayahnya sendiri dan berencana bunuh diri setelahnya."
Niat baikku malah dibalas dengan pisau yang diarahkan Alpa ke jantungku, "Aku tidak bisa memaafkanmu, yang memperlakukan Bunga seperti Binatang."
Tiba-tiba Bunga berteriak, "Jika kau lukai sedikit saja Candra, ku habisi kau!" Lalu Bunga menyiram botol berisikan air ke arah Alpa, hingga membasahi tubuh Alpa. Aku bisa mencium bau bensin yang kuat.
Perhatian kami terpaku ke Bunga yang memegang petasan dan alat pematik api.
Suasana mencekam seketika.
.
Dela ikutan menambah kondisi memburuk, "Jika kamu membakar Alpa, maka kamu akan kehilangan Candra juga." Ancam Dela sambil menghancurkan pipa gas. Seketika ruangan berbau gas.
.
Sial, aku terjebak diantara orang-orang gila di tahun baru ini. Aku mencoba membujuk Bunga, "Jangan nyalakan petasan itu. Kamu akan membunuh Dela. Jika itu terjadi. Aku membencimu sampai ke akhirat."
Bunga terdiam.
Suasana hening.
.
Tiba-tiba dari luar terdengar suara kembang api. Cahayanya terang ke langit. Pandangan kami terpaku ke arah jendela rumah. Semua tercengang ketika cahaya roket kembang api mengarah ke tempat kami berada.
.
(Selesai)

Iklan:

Cerita Menggoda
Dilengkapi foto gadis cantik

Cara Internetan Gratis
Mudah tanpa setting dan download aplikasi

Mendapatkan Uang dan Pulsa dari Blog
Dari iklan terpecaya dan terbukti membayar