Seorang gadis bernama Geni, pacarnya direbut orang. Dia lalu patah hati dan memutuskan mengakhiri hidupnya dengan meloncat dari jembatan. Tiba-tiba dihampiri seorang pemuda berpakaian serba hitam. Kepalanya yang tertutup tudung membuat wajahnya tidak jelas dan hanya suara yang terdengar, "Bukan seperti ini kamu mati!" Ucapnya.
Geni meledek, "Emang kamu siapa? Sok tahu! Di bawah adalah tanah. Jika aku terjatuh maka akan langsung mati."

Tapi saat Geni menjatuhkan diri. Kaki kanannya tersangkut dan terjepit di jembatan. Dia pun bergelantungan dan kesakitan, "Tolong aku!" Mohonnya tidak tahan tersiksa.
Kali ini si pemuda yang balik meledek, "Bukannya kamu ingin mati?"
Geni menangis, "Aku ingin hidup."
Si pemuda lalu menolongnya sambil memperkenalkan diri, "Aku Maut!"
Tidak memikirkan keanehan pada nama Maut. Dia justru jatuh cinta dengan Maut. Namun saat Geni mengusap air matanya, Maut menghilang.

Hari berlalu. Saat Geni mulai semangat hidup. Ayahnya direbut wanita lain. Ibunya yang memendam sakit hati lalu mengalami penurunan kesehatan hingga akhirnya meninggal. Geni kembali putus asa. Lalu memutuskan gantung diri di pohon di dalam hutan. Dia memilih pohon yang kuat. Lalu mulai gantung diri tidak peduli saat itu hujan. Tiba-tiba petir menyambar dahan pohon hingga patah. Dia terjatuh dan tertimpa dahan pohon besar di kedua kakinya.

Geni menangis kesakitan karena tulang kakinya patah. Saat itu muncul Maut tiba-tiba bersama beberapa burung Gagak yang hinggap di pohon di sekitarnya. Geni menyadari Maut adalah Malaikat Pencabut Nyawa. Dia lalu memohon, "Aku ingin mati sekarang."
Maut kemudian menjelaskan rahasia, "Kamu ditakdirkan mati dalam keadaan sakit. Tapi jika kamu tidak mencintai kehidupan yang diberikan Pencipta. Maka kamu bisa mati cepat dengan cara kecelakaan. Seperti diperkosa beberapa pria mabuk hingga tewas."
Geni melihat ke belakang. Terlihat ada 5 pria berjalan sempoyongan ke arah dia. Geni ketakutan. Ingin lari tapi kedua kakinya lumpuh. Dia lalu memohon di hadapan Maut dengan duduk bersimpuh, "Aku cinta hidup. Aku mohon jangan matikan aku sekarang." Sambil menutup wajahnya yang tidak berani melihat Maut.
malaikat-maut.jpg
Maut membalasnya, "Hargai hidup yang telah diberikan padamu oleh sang Pencipta."
Saat Geni mengangkat wajahnya ke depan. Maut menghilang. Ketika melihat ke belakang. Para pria tergeletak di tanah tepat di dekatnya. Terlihat mulut mereka yang berbusa. Geni tercengang, "Apa mereka mati karena minum minuman keras oplosan." Ucapnya menduga.
Suara burung Gagak terdengar aneh, "Gak gak gak salah lagi."

(Selesai)


Iklan:

Cerita Menggoda
Dilengkapi foto gadis cantik

Cara Internetan Gratis
Mudah tanpa setting dan download aplikasi

Mendapatkan Uang dan Pulsa dari Blog
Dari iklan terpecaya dan terbukti membayar