Seorang pemuda pemulung menemukan gadis sekarat karena kecelakaan tabrak lari di jalan yang sunyi. Dia lalu membawa si gadis ke rumah sakit. Pihak rumah sakit meminta uang muka perawatan. Tapi si gadis tidak membawa apapun dan juga tidak sadar. Si pemulung lalu pergi untuk segera menukarkan barang rongsokan untuk diuangkan. Ketika kembali ke rumah sakit dan menyerahkan uang seadanya. Pihak rumah sakit justru meminta dia membawa pulang si gadis, bukan merawatnya. Si pemulung mengira si gadis sudah tertolong lalu menghampirinya di ruang perawatan.

Si gadis menyapa si pemulung, "Terima kasih. Aku akan membalasmu. Siapa namamu?"
Si pemulung memperkenalkan diri, "Namaku Bintang."
Kemudian si gadis menutup matanya dan tidak bergerak lagi. Bintang panik memanggil perawat, "Tolong dia!"
Si perawat justru melihat dengan aneh, "Bukannya anda ke sini untuk membawa mayat gadis ini pulang. Dia sudah meninggal saat kamu tinggal pergi."
Bintang kaget, menyadari tadi bicara dengan mayat. Tapi karena takut dihantui, dia lalu membawa si gadis untuk dikubur di samping rumah gubuknya.
meet.jpg
Semenjak itu Bintang selalu berpapasan dengan seorang gadis cantik setiap malam hari. Karena sering melihat gadis itu, lalu Bintang mencoba menyapanya, "Kamu tinggal di dekat sini?"
Gadis itu bukan hanya menjawab tapi juga memperkenalkan diri, "Iya aku tinggal di dekat sini. Namaku Bulan!"
Bintang melihat wajah Bulan berbeda dengan gadis yang pernah dia kubur, sehingga dia berani berkenalan dengannya.

Setelah itu Bintang dan Bulan berteman. Mereka hanya bertemu saat malam hari. Bukan sekedar teman. Bulan membantu Bintang mendapatkan pekerjaan. Memiliki modal hingga bisa mendirikan sebuah perusahaan. Bersama dengan Bulan, hidup Bintang bisa bersinar lebih terang. Bagi Bintang, Bulan adalah teman terbaiknya. Tapi Bulan ingin Bintang dapat menemaninya selalu, sebagai kekasih.

Suatu ketika Bulan menemui Bintang di siang hari di kantor perusahaannya di lantai tiga. Bulan nekat memberitahu perasaannya, "Aku membantumu karena aku menginginkan sesuatu darimu!"
Bintang sangat senang melihat Bulan, "Ini pertama kalinya aku melihatmu disiang hari. Wajahmu tampak mirip dengan seseorang yang ku tolong dulu. Apapun yang kamu inginkan pasti aku wujudkan."
Bulan teringat saudari kembarnya yang menghilang, tapi dia berhenti mencari setelah melihat Bintang dan jatuh hati pada pandangan pertama. Kesedihannya tergantikan dengan kesenangan akan menjadi kekasih Bintang.

Tiba-tiba ada gadis yang masuk ke kantor dan Bintang memperkenalkannya ke Bulan, "Berkat kamu mengubah nasibku menjadi sukses seperti ini. Akhirnya ada yang mau denganku. Perkenalkan, namanya Mentari. Dia kekasihku."
Seketika Bulan meneteskan air matanya. Dia sangat sakit hati dan sedih.
Bintang terlihat marah, dia mengira teman terbaiknya disakiti seseorang, "Siapa yang menyakitimu? Aku akan membuatnya menghilang dari Bumi ini."
Bulan yang sangat menyukai Bintang tapi dibuat kecewa berucap, "Kamu yang menyakitiku."
Kemudian Bulan berlari pergi.

Saat dia keluar dari bangunan kantor dan berada di halaman. Tiba-tiba Bintang jatuh di hadapannya dan tergeletak di depannya dalam keadaan mengerikan. Seluruh tubuh Bulan gemetar dan menghampiri Bintang yang sekarat.
Bintang tersenyum, "Aku sudah bilang, siapapun yang menyakitimu, akan aku buat menghilang dari Bumi ini. Walaupun itu aku."
Bulan yang kehilangan Bintang selama-lamanya, berteriak histeris sambil memeluk kepala bintang dipangkuannya. Suara guntur di langit mendung terdengar seketika.

(Selesai)


Iklan:

Cerita Menggoda
Dilengkapi foto gadis cantik

Cara Internetan Gratis
Mudah tanpa setting dan download aplikasi

Mendapatkan Uang dan Pulsa dari Blog
Dari iklan terpecaya dan terbukti membayar