Depa, seorang pemuda tidak tampan yang berasal dari keluarga miskin mencoba mendekati Canty, gadis cantik yang kaya.

Ketika Canty lagi menunggu seorang diri di Halte Bus saat hujan turun dengan deras, Depa datang menggunakan payung dan singgah di halte Bus. Depa duduk agak jauh dari Canty. Tapi perasaan Canty tetap cemas didekati pemuda asing.

Depa bicara, "Menunggu memang membosankan, tapi akan hilang jika bercerita."
Canty hanya diam.
Depa kembali bicara, "Aku cuma menunggu Bus datang, mau pergi ke rumah angker yang dijual!"
Canty merasa heran, pemuda di sampingnya bicara sendiri. Tapi dia penasaran buat apa pergi ke rumah Angker itu. Lalu bertanya, "Aku lagi nunggu ayah jemput pakai mobil. Di sini aku cuma berteduh. Oh ya, kenapa kamu mau ke rumah itu? Apa kamu ingin membelinya!"
.
Canty mulai bersedia bicara dengan Depa. Depa tentu selalu menjawab bicaranya Canty, "Iya, aku akan membelinya, tapi tidak menggunakan uang sedikitpun!"
Canty selalu dibuat penasaran sehingga terus bicara dengan Depa, "Mustahil, kamu becandakan!"

Depa benar-benar berhasil menghilangkan kebosanan Canty, "Aku serius. Rumah Angker itu lama tidak laku. Pemiliknya frustasi, aku akan membelinya dengan cara dicicil. Membayar cicilannya setelah satu bulan menempati. Tapi saat aku tempati nanti, aku akan menyewakannya sebagai tempat menginap untuk orang lain yang lagi liburan. Biaya menginap yang kudapatkan, akan aku berikan ke pemilik rumah sebagai biaya cicilan membeli rumahnya."
culuncantik.png
Canty benar-benar kagum dengan ide Depa. Tidak terasa waktu menunggu terlewati begitu saja. Mobil ayah Canty datang menjemput. Sebelum pergi, Canty meminta nomor kontak Depa, karena penasaran ingin tahu lanjutan rencana Depa. Semenjak itu Canty dan Depa berhubungan melalui komunikasi Telpon untuk temuan dan membicarakan bisnis beli sewa rumah Angker..

(Selesai)

Iklan:

Cerita Menggoda
Dilengkapi foto gadis cantik

Cara Internetan Gratis
Mudah tanpa setting dan download aplikasi

Mendapatkan Uang dan Pulsa dari Blog
Dari iklan terpecaya dan terbukti membayar